Info Sekolah

SMK Binakarya Mandiri pakai pakaian muslim di hari santri senin 22 Oktober 2018

SMK Binakarya Mandiri pakai pakaian muslim di hari santri

Muhammad Yasin | Selasa, 23 Oktober 2018 - 08:05:04 WIB | dibaca: 360 pembaca

Sebagai bentuk apresiasi dengan Peraturan Presiden No 22 thn 2015 tentang hari santri yang ditetapkan tanggal 22 Oktober. SMK Binakarya Mandiri serentak ajak struktural sekolah beserta guru dan siswa mengenakan pakaian muslim senin (22/10). Jika lelaki memakai sarung, baju koko dan peci, wanitanya menggunakan gamis lengkap dengan kerudungnya. Ketua Kurikulum  SMK Binakarya Mandiri membenarkan dengan pemakaian pakaian Muslim di hari senin (22/10). Itu bentuk apresiasi sekolah, sebenarnya pakaian muslim (tanpa sarung) digunakan pada hari jumat. Dirinya juga katakan tidak merubah pakaian muslim yang juga akan digunakan di hari jumat itu.
"iya, hari ini kita semua pakai pakaian muslim, sekolah apresiasi peraturan presiden, di sini (SMK Binakarya Mandiri), tiap haru jumat juga pakai pakaian muslim, dan hari ini bukan untuk menggati seragam di hari jumat, tetap jumat pakai pakaian muslim" tandasnya.
selanjutnya pak rendra menambahkan jika dirinya ikut senang sekaligus bersyukur dengan penetapan hari santri dari PERPRES.
"ya seengganya kita punya hari santri di kalender Indonesia, dan itu sudah sangat mewakili bagaimana santri-santri ikut bagian dalam perjuangan kemerdekaaan, pun dengan agama islam" lanjutnya.
mellirik sejarahnya, tepat tanggal 22 Oktober Pahlawan Nasional KH Hasyim Asy’ari pada mengeluarkan seruan yang
berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia. Diketahui pula jika mayoritas penduduk di Indonesia pemeluk agama Islam. Tidak heran jika Presiden RI mengambil keputusan penetapan hari Santri di kalender Indonesia.
Dari informasi Sekolah tentang oenggunaan pakaian Muslim, tidak sedikit siswa merasakan suasana yang berbeda di SMK Binakarya Mandiri, Siti salah satu siswi mengatakan dia dan kawanya merasa seperti berada di pondok pesantren, pengakuan ini sama persis dengan gambaran cerita yang didapat dari temannya di Pondok Pesantren.
"berasa kaya nggak di SMK, tapi kaya di Pondok Pesantren, temen aku yang di Pondok Pesantren bilang, katanya kalo di sana anak-anak kenakan pakaian muslim, sama seperti saat ini" ucapnya.
Selanjutnya dari kekompakan dan keharmonisan siswa, Pembina Siswa, pak Ardi katakan jika siswa disiplin, dan mau ikuti aturan sekolah.
"alhamdulillah siswa mudah diatur dan tertib ikuti peraturan sekolah, sebelumnya, di tiap kegiatan sekolah mereka ikuti dengan sangat baik" tandasnya.
Memang tidak bisa dipungkiri, jika selayaknya sekolah mengajari kedisiplinan yang tinggi disamping pembelajaran umum, agar ke depan, para siswa tidak kaget lagi jika sudah lulus dan mencicipi dunia industri setelah lulus nanti.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)